Kabar Netizen Terkini– Belakangan ini, Presiden Prabowo mengucapkan kata “ndasmu” dalam pidatonya, dan hal ini ramai diperbincangkan. Ada yang menganggap kata ini kurang pantas, tetapi sebenarnya ini adalah bentuk komunikasi yang lebih santai dan dekat dengan rakyat.
Dalam budaya Jawa, kata “ndasmu” sering digunakan dalam candaan. Bukan berarti kasar atau menghina, tetapi lebih ke ungkapan spontan dalam percakapan sehari-hari. Jadi, ini bukan bentuk kemarahan, melainkan cara berbicara yang akrab.
Seorang pemimpin yang bisa berbicara dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh rakyatnya lebih mudah diterima. Di dunia politik, banyak pemimpin berbicara terlalu formal dan berjarak. Prabowo justru menggunakan bahasa yang santai agar lebih akrab dengan masyarakat.
Dari sudut pandang komunikasi politik, cara ini efektif untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan rakyat. Bahasa yang sederhana dan akrab menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya berbicara dari atas podium dengan kata-kata sulit, tetapi juga bisa bercanda dan berkomunikasi dengan gaya yang lebih santai.
Daripada melihat kata “ndasmu” sebagai hal negatif, lebih baik kita memahami maksud dan situasinya. Dalam konteks bercanda dan suasana santai, kata ini justru menunjukkan sisi manusiawi seorang pemimpin. Pemimpin yang tidak kaku, bisa bercanda, dan terasa lebih dekat dengan rakyatnya.
