Kabar Netizen Terkini – Serang, 20 Mei 2025 — Kesultanan Banten kembali menegaskan posisi tegasnya dalam menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK-2 sekaligus membantah keras isu bahwa Sultan Banten menerima sumbangan dari pihak proyek tersebut. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah maklumat resmi yang dirilis pada 10 Mei 2025 oleh Sultan Banten ke XVIII, Sultan Kyai Arief Muhammad Ash-Shafiuddin (Sultan RTB H. Bambang Wisanggeni Soerdjaatmaja, MBA).
Maklumat bernomor Istimewa/MKB-V/2025 ini dikeluarkan sebagai klarifikasi terhadap maraknya isu yang menyudutkan Kesultanan Banten seolah-olah telah menerima dukungan atau dana dari pihak PIK-2. Dalam maklumat tersebut, terdapat tiga poin penting:
1. Penolakan Penerimaan Sumbangan
Kesultanan Banten dan Sultan Banten secara tegas menyatakan tidak pernah menerima sumbangan dalam bentuk apapun dari pihak PIK-2. Segala isu yang menyebutkan sebaliknya dinilai sebagai fitnah yang dapat ditindak secara hukum.
2. Dukungan terhadap Perjuangan Rakyat
Kesultanan menyatakan tetap konsisten mendukung perjuangan rakyat untuk menolak PSN PIK-2. Proyek ini dianggap merusak lingkungan, mengancam kearifan lokal, serta membahayakan warisan peradaban Islam yang telah diwariskan oleh para leluhur Kesultanan Banten.
3. Partisipasi dalam Aksi Damai
Laskar Kesultanan Banten turut serta dalam Aksi Damai Tugu Cangkir yang telah sukses digelar pada 18 Mei 2025. Aksi ini menjadi bentuk nyata perlawanan rakyat Banten terhadap proyek PIK-2 dan sekaligus menunjukkan bahwa penolakan tersebut bukan sekadar wacana, tetapi telah diwujudkan dalam aksi damai yang bermartabat.
Dengan dikeluarkannya maklumat ini, Sultan berharap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Banten, dapat memahami bahwa Kesultanan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat, pelestarian lingkungan, dan perlindungan nilai-nilai budaya serta warisan leluhur. Sultan juga memperingatkan bahwa pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong tentang Kesultanan akan dituntut secara hukum.
Maklumat ini memperkuat posisi Kesultanan sebagai penjaga moral dan simbol perjuangan rakyat Banten, sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa PSN PIK-2 ditolak oleh kekuatan adat dan masyarakat lokal.
